Selasa, 08 September 2015

PPL SMK NEGERI 1 SALATIGA



                TUGAS KELOMPOK , RABU 2 AGUSTUS 2015

NAMA KELOMPOK
TUGAS
PARTAI NASDEM ( SURYA PALOH)
ANGGOTA :
1. ADIN BAHARI
2. CAHAYA NURAINI INDAH
3. DINDA PUTRI AMBAR RISKY
4. DWI YANUARITA
5. FERNANDA




Formulir pendaftaran siswa baru
PKB (H. A. MUHAIMIN ISKANDAR)
1. AGUSTINS
2.DESTA
3. DWI PRASETYO
4. EVRIYANA
5. FITRAH RIYATI

Formulir pengajuan fasilitas perusahaan

PARTAI KEADILAN SEJAHTERA
(MUHAMAD ANIS MATA)
1. FITRI ARIANI
2. GOFANI
3. INTAN
4. LAELATUS
5.LIYA

Formulir pengajuan BEASISWA

PDI (MEGAWATI SOEKARNO PUTRI)
1. FITRI WULANDINI
2. HESTI MITA
3. KURNIA
4.LISA
5. MIFTAKHUL

Formulir pembuatan kartu kesehatan

GOLKAR ( ABURIZAL BAKRI)
1. NUR FARIDA
2.NURUL AYU
3. OCTAVIA
4. PRISA
5.ROIS
Formulir pendaftaran ekskul




DEMOKRAT ( SUSILO BAMBANG
YUDOYONO)
1.NURFA
2.NURUL LAILA
3. PRAMESTY
4.RANI
5. SEPTI NURHIDAYATI



Formulir pendaftaran lomba tujuh 17 agustus

PAN ( M. HATTA RAJASA)
1.SILVIANA
2. TIYA
3. VERA
4.WINDI
5. YUNI
6. ZAHRA
Formulir pemesanan seragam sekolah
Text Box: FORMULIR PENDAFTARAN MAHASISWA BARU
NAMA LENGKAP :
ASAL SEKOLAH  :
JENIS KELAMIN  :
NAMA AYAH  :
NAMA IBU  :


Contohnya :






DAN SETERUSNYA,,,,,,,,,
Analisis sendiri perkelompok,
Rabu praktek membuat dengan online

( buat dulu keterangan-keterangan yang harus di isi, seperti contoh form diatas)
Sesuaikan dengan tema kelompoknya masing2.

PERKELOMPOK HARUS PUNYA EMAIL (GMAIL) tidak bisa yang lain.

Rabu, 02 September 2015

TUGAS RESUM KOMUNIKASI ORGANISASI



Dinamika Komunikasi Organisasi
Gagasan komunikasi yang lebih tradisional terpusat pada konsep “transmisi” dan “alat”. Dalam hal “transmisi” , Carey (1957) mengingatkan kita bahwa definisi komunikasi menitibbberatkan gagasan pengiriman, penyebaran, dan pemberian informasi kepada orang lain untuk tujuan pengendalian. Gagasan yang dikemukakan oleh Pearce (1989) bahwa komiunikasi merupakan suatu  ” sarana” pikiran, suatu alat yang digunakan juntuk melakukan sesuatu.
Komunikasi sebagai suatu Mekanisme Kekuasaan
Komunikasi sebagai mekanisme kekuasaan dalam organisasi yaitu bahwa komunikasi terdapat kekuasaan memberi ganjaran dan kekuasaan  yang memaksa . Biasanya wewenang seperti ini yang digunakan para pimpinan di dalam melakukan komunikasi dengan para anggotanya untuk memberikan perintah .Keberhasilan dalam kekuasaan semacam ini.
 Komunikasi sebagai Kekuasaan
bergantung pada komunikasi. Suatu ancaman tidak akan efektif bila tidak dipandang sebagai ancaman. Seseorang dapat mengikuti hal yang dibicarakan apabila orang tersebut dapat menunjukan sejauh mana seseorang tersebut hadir dihadapan orang-orang lainny tersebut. Dalam konteks organisasi, komunikasi digunakan untuk menentukan norma-norma, tujuan, dan perilaku organisasi. Organisasi sebagai suatu sarana kekuasaan. Manusia memiliki suatu kekuasaan, melaksanakannya melalui komunikasi, dan dengan demikian  mencipatakan tindakan yang terorganisasi.
Persepsi dn penafsiran pribadi atas lingkungan bergantung pada komunikasi. Dalam pengertian “objektif”, apa yang diketahui manusia tentang dunia “nyata” datang kepada mereka melalui suatu penyaring (filter). Suatu pandangan “subjektif” menyatakan bahwa komunikasi berbuat lebih banyak dari sekedar menggambarkan dunia. Bosmajian (1983) mengembangkan tema ini dalam penyelidikannya mengenai bahasa. Manusia memiliki kekuasaan bila mereka dapat mendefinisikan diri mereka sendiri sesuai dengan keinginan mereka dan orang-orang lain menerima serta mendukung definisi ini.
Berger dan Luckman (1966) menyatakan bahwa struktur sosial bergerak dari inilah yang kami lakukan sampai inilah cara yang sebenarnya. Dalam pandangan kami, organisasi dikontruksi melalui komunikasi, dan mereka yang dapat menentukan labelnya dan mempertahankan label itu dapat menggunakan kekuasaan karena label itu sendiri mengarahkan tindakan.
Singkatnya, komunikasi adalah kekuasaan karena kemampuannya untuk menentukan hasil-hasil : pengetahuan, keyakinan, dan tindakan. Tompkins dan Cheney (1985) menyelidiki penggunaan kekuasaan secara halus dengan menunjukan bahwa pengendalian dapat dijalankan bila individu-individu turut bersekutu dalam premis-premis kebijakan atau sistem kepercayaan yang tidak ternyatakan (unstated).
Seluk beluk dan dampak komunikasi sebagai kekuasaan paling baik dilihat dari hasil penelitian Foulcault ( 1972, 1977, 1980 ), yang berpendapat bahwa pengetahuan dihimpun dari khazanah wacana bersama dan praktik-praktik diskursif tertentu.
Aturan memutuskan siapa yang di izinkan berbicara dan menulis sesuai dengan otoritas dan jenis wacana apa yang harus dipenuhi oleh konsep dan teori agar diterima sebagai pengetahuan.
“Bagi Focault (1980), kekuasaan adalah seperangkat hubungan yang ditetapkan dan dilaksanakan melaui diskusi.
Hubungan-hubungan kekuasaan hadir di tingkat perorangan/ perorangan; perorangan/ kelompok;kelompok/kelompok; dan perorangan/ organisasi dalam lingkungan organisasi.

Beberapa Implikasi

Bahasa mengawali, mempertahankan dan mentranformasikan organisasi. Berger dan luckmann untuk melupakan bahwa realitas sosial benar-benar merupakan suatu kontruksi sosial yang harus diikuti alih-alih suatu objek yang hadir lebih dulu yang harus diikuti.
Perhatian pada manusia sebagai pelaku menekankan akal-sehat yang menciptakan realitas organisasi, sedangkan struktur (determinisme) memandang reproduksi realitas melalui bentuk-bentuk struktural, yang dengan sendirinya membentuk manusia sebagai pelaku.
Kekuasaan dalam organisasi dapat dipandang sebagai kapasitas perorangan untuk membuat perbedaan dalam memproduksi dan mereproduksi struktur (aturan-aturan, kebijakan, praktik-praktik, dn nilai-nilai). Bagian yang melekat pada struktur adalah bahasa dan praktik-praktik diskursifnya yang mencakup pidato/ ceramah, penulisan dan argumentasi.
Permulaan bahwa organisasi berkenaan dengan pengendalian, yang berarti berhubungan kekuasaan yang menjadi sifat pengendalian tersebut (kekuasaan inheren). Persoalannya meliputi bagaimana organisasi mempertahankan stabilitas dan pada saat yang sama menjamin kreativitas perorangan yang memungkinkan adanya perubahan dan penyesuaian. Organisasi harus mampu“melihat “ alternatif.
Pertanyaan utama adalah : jenis kekuasaan dan jenis komunikasi apa yang memudahkan hasil-hasil tersebut? Pernyataan Boulding (1989) mengenai kekuasaan integratif terpusat pada mempersatukan orang-orang bersama dan menumbuhkan legitimasi (hak kekuasaan). Kekuasaanlah yang membangkitkan kesetiaan.
Pembagian kekuasaan merupakan sifat demokrasi. Ada kepercayaan mendasar bahwa manusia mempunyai hak untuk mempertanyakan kebijaksanaan dan prosedur yang berdampak pada kehidupan mereka. Dengan banyaknya praktik demokrasi yang terkadang tidak sesuai dengan prinsip demokrasi maka dengan cacatnya yang mungkin terjadi, kebanyakan orang mungkin lebih suka bekerja dalam organisasi yang mencoba untuk mempraktikan beberapa prosedur demokrasi yang baik. Penting dicatat bahwa bila kita menggunakan istilah  “pembagian kekuasaan” dan “pemberian kekuasaan”, kita bertujuan pada cita-cita demokrasi. Ada peningkatan pengakuan atas nilai-nilai manusia dan pentingnya kualitas kehidupan-kerja dalam organisasi.



Selasa, 01 September 2015

SKKD ADMINISTRASI PERKANTORAN









BIDANG STUDI KEAHLIAN      :  BISNIS DAN MANAJEMEN
PROGRAM STUDI KEAHLIAN    :     ADMINISTRASI
KOMPETENSI KEAHLIAN        :  ADMINISTRASI PERKANTORAN (118)
                                                                                      
A.  DASAR KOMPETENSI KEJURUAN
STANDAR KOMPETENSI
KOMPETENSI DASAR
1.        Memahami prinsip-prinsip penyelenggaraan administrasi perkantoran
1.1        Mendeskripsikan administrasi perkantoran
1.2        Mendeskripsikan fungsi pekerjaan kantor dalam organisasi
1.3        Mengidentifikasi pekerjaan kantor
1.4        Mengidentifikasi sarana dan prasarana administrasi perkantoran
1.5        Mengidentifikasi persyaratan personil administrasi perkantoran
2.        Mengaplikasikan keterampilan dasar komunikasi
2.1        Mengidentifikasi proses komunikasi
2.2        Menerima dan menyampaikan informasi
2.3        Memilih media komunikasi
2.4        Melakukan komunikasi melalui telepon
3.        Menerapkan prinsip-prinsip kerjasama dengan kolega dan pelanggan
3.1        Mendeskripsikan kerjasama dengan kolega dan pelanggan
3.2        Menyediakan bantuan kepada pelanggan di dalam dan di luar organisasi
3.3        Memelihara standar penampilan pribadi
3.4        Menerapkan bekerja dalam tim
4.        Menerapkan keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan hidup (K3LH)
4.1        Mendeskripsikan keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
4.2        Melaksanakan prosedur K3
4.3        Menerapkan konsep lingkungan hidup
4.4        Menerapkan ketentuan pertolongan pertama pada kecelakaan.

B.  KOMPETENSI KEJURUAN
STANDAR KOMPETENSI
KOMPETENSI DASAR
1.        Mengoperasikan aplikasi perangkat lunak
1.1        Mendeskripsikan aplikasi perangkat lunak
1.2        Mengoperasikan aplikasi perangkat lunak dalam mengolah dokumen/ naskah
2.        Mengoperasikan aplikasi presentasi
2.1        Mendeskripsikan aplikasi presentasi
2.2        Menggunakan aplikasi presentasi untuk mengolah bahan informasi
3.        Mengelola peralatan kantor
3.1        Melakukan prosedur pengadaan peralatan kantor
3.2        Menggunakan peralatan kantor
3.3        Memelihara peralatan kantor
4.        Melakukan prosedur administrasi
4.1        Mengidentifikasi dokumen-dokumen kantor
4.2        Melakukan surat-menyurat
4.3        Menata dokumen
5.        Menangani penggandaan dokumen
5.1        Memilih jenis penggandaan dokumen yang sesuai
5.2        Melakukan penggandaan dokumen
5.3        Mendistribusikan dokumen
6.        Menangani surat/dokumen kantor
6.1        Mengidentifikasi jenis-jenis surat/ dokumen
6.2        Memproses surat/dokumen
6.3        Mendistribusikan surat/dokumen
6.4        Memproses e-mail
7.        Mengelola sistem kearsipan
7.1        Menentukan sistem kearsipan
7.2        Menentukan kebutuhan alat dan bahan kearsipan
7.3        Mengimplementasikan sistem kearsipan
7.4        Memelihara sistem kearsipan
8.         Membuat dokumen
8.1        Membuat catatan dikte untuk menghasilkan naskah/dokumen
8.2        Mengidentifikasi kebutuhan dokumen
8.3        Membuat dokumen
8.4        Memproduksi dokumen
9.        Memproses perjalanan bisnis
9.1        Mendeskripsikan perjalanan bisnis
9.2        Melaksanakan penanganan perjalanan bisnis
10.    Mengelola pertemuan/rapat
10.1    Mempersiapkan pertemuan/rapat
10.2    Menyelenggarakan pertemuan/rapat
10.3    Membuat catatan hasil pertemuan/ rapat
10.4    Mendistribusikan hasil pertemuan/ rapat
11.    Mengelola dana kas kecil
11.1    Mempersiapkan administrasi kas kecil
11.2    Membukukan mutasi dan selisih dana kas kecil
11.3    Mendokumentasikan bukti-bukti kas kecil
12.    Memberikan pelayanan kepada pelanggan
12.1    Mendeskripsikan pelayanan prima
12.2    Mengidentifikasi pelanggan dan kebutuhannya
12.3    Memberikan pelayanan kepada pelanggan
13.    Mengelola data/informasi di tempat kerja
13.1    Mengumpulkan data/informasi
13.2    Melakukan pengolahan data/ informasi
14.    Mengaplikasikan administrai perkantoran di tempat kerja
14.1    Melaksanakan tata persuratan dan kearsipan
14.2    Melaksanakan administrasi kepegawaian/ketenagaan
14.3    Melaksanakan administrasi keuangan
14.4    Melaksanakan administrasi sarana dan prasarana.